Sabtu, 24 April 2010

Menghitung IP Subnetting dengan Ipcalc

. Sabtu, 24 April 2010

Seorang administrator yang mengelola jaringan sering merasa perlu membagi jaringan mereka menjadi bagian lebih kecil (disebut subnetwork) dalam rangka memberikan fleksibilitas addressing dan optimalisasi jaringan.

Melalui subnetting, sebuah address jaringan (network address) tunggal dipecah mejadi banyak subnetwork atau disingkat subnet.

Untuk menerapkan subnetting pada jaringan, perlu melakukan perhitungan subnet berserta host didalamnya.

Info:
Bagi yang belum paham betul tentang konsep subnetting, silakan baca artikel dari pak Romi Satria Wahono disini

Artikel kali ini, penulis akan menujukkan cara yang lebih mudah dalam menghitung subnet beserta host dengan menggunakan aplikasi ipcalc, dengan menggunakan aplikasi tersebut, kita tidak perlu lagi melakukan perhitungan manual dalam menentukan ip address dan broadcast untuk masing-masing subnet yang ada. Ipcalc mengambil alamat IP dan netmask dan dikalkulasi untuk mendapatkan hasil broadcast, network, Cisco wildcard mask, dan ketersediaan host.

Catatan:
Penulis menjalankan ipcalc di atas distro TeaLinuxOS 2.0 “Black Tea”, silakan download paket ipcalc sesuai dengan distro Linux yg digunakan.

Berikut ini cara penggunaan aplikasi ipcalc:

Untuk melihat penjelasan opsi yang terdapat di ipcalc perintahnya sebagai berikut:

$ ipcalc -h

Penjelasannya:
  • b : tidak manampilkan nilai binari dari suatu alamat ip.

  • s : menampilkan hasil hitung nilai subnet sesuai dengan masukkan jumlah host.

  • r : menampilkan network yang ada sesuai range ip yang dimasukkan.

Latihan 1:
Untuk mengetahui range ip address jaringan 192.168.10.0/24, ketikkan perintah berikut:

$ ipcalc 192.168.10.0/24

Output:

Address:   192.168.10.0       11000000.10101000.00001010.00000000
Netmask: 255.255.255.0 = 24 11111111.11111111.11111111.00000000
Wildcard: 0.0.0.255 00000000.00000000.00000000.11111111
=>
Network: 192.168.10.0/24 11000000.10101000.00001010.00000000
HostMin: 192.168.10.1 11000000.10101000.00001010.00000001
HostMax: 192.168.10.254 11000000.10101000.00001010.11111110
Broadcast: 192.168.10.255 11000000.10101000.00001010.11111111
Hosts/Net: 254 Class C, Private Internet

Jika tidak ingin outputnya menampilkan nilai binari alamat ip tambahkan opsi -b.

Contoh:

$ ipcalc -b 192.168.10.0/24

Ouput:

Address:     192.168.10.0
Netmask: 255.255.255.0 = 24
Wildcard: 0.0.0.255
=>
Network: 192.168.10.0/24
HostMin: 192.168.10.1
HostMax: 192.168.10.254
Broadcast: 192.168.10.255
Hosts/Net: 254 Class C, Private Internet

Penjelasan:
Dari output di atas, dapat dilihat range ip address yag bisa digunakan dimulai dari 192.168.10.1 sampai 192.168.10.254, broadcast 192.168.10.255 dan jumlah host yang tersedia sebanyak 254 host.


Latihan 2:
Sebuah jaringan dengan alamat jaringan 192.168.15.0 ingin dibagi menjadi 2 subnet, dimana kedua subnet tersebut masing-masing memiliki host sebanyak 30. Untuk mendapatkan solusinya, ketikkan perintah berikut:

$ ipcalc -bs 30 30 192.168.15.0

Output:

Address: 192.168.15.0
Netmask: 255.255.255.0 = 24
Wildcard: 0.0.0.255
=>
Network: 192.168.15.0/24
HostMin: 192.168.15.1
HostMax: 192.168.15.254
Broadcast: 192.168.15.255
Hosts/Net: 254 Class C, Private Internet

1. Requested size: 30 hosts
Netmask: 255.255.255.224 = 27
Network: 192.168.15.0/27
HostMin: 192.168.15.1
HostMax: 192.168.15.30
Broadcast: 192.168.15.31
Hosts/Net: 30 Class C, Private Internet

2. Requested size: 30 hosts
Netmask: 255.255.255.224 = 27
Network: 192.168.15.32/27
HostMin: 192.168.15.33
HostMax: 192.168.15.62
Broadcast: 192.168.15.63
Hosts/Net: 30 Class C, Private Internet

Needed size: 64 addresses.
Used network: 192.168.15.0/26
Unused:
192.168.15.64/26
192.168.15.128/25

Penjelasan:
  • Request size pertama, ip dimulai dari 192.168.15.1 sampai dengan 192.168.15.30, dan ip broadcast adalah 192.168.15.31.

  • Request size kedua, ip dimulai dari 192.168.15.33 sampai dengan 192.168.15.62, dan ip broadcast 192.168.15.63.

  • Mengapa ip 192.168.15.32 dilewatkan, dan bukan dijadikan ip pertama dari subnet kedua? karena ip 192.168.15.32 dijadikan alamat jaringan untuk subnet kedua.

Demikian contoh cara menghitung ip subnetting dengan menggunakan aplikasi ipcalc, silakan Anda ekplorasi sendiri. agar lebih mahir dalam melakukan perhitungan ip subnetting, cobalah dengan contoh kasus yang lebih menantang lagi.


Good luck..!!!

Referensi:

http://sourceforge.net/projects/ipcalc/
http://romisatriawahono.net/2006/02/10/memahami-konsep-subnetting-dengan-mudah/
http://www.infolinux.co.id
http://avancalinux.blogspot.com

Baca juga artikel ini:



7 komentar:

sa.uqhi mengatakan...

is am pertamax ?

pak_kost mengatakan...

apakah hal ini yang baru diajarin ke kita....2x
trima kacih atas materinya???????

Creebownunu@yahoo.com mengatakan...

makasih ya...........+

Eligio M. Do Rego mengatakan...

@All::Thx juga ya dah mau membaca artikel ini..

leonidas mengatakan...

wah saran saya sebaiknya klo pengen bisa jangan pk ginaan gan...
pdhal utk bs kita lolos ujian sertifikasi ccna
kt hrs bs subnetting yah plng tidak 5-10 detik
klo bs hafal di luar kepala...:)
dlm ujian ccna manajemen waktu sangat dibutuhkan gan...
blm nanti bwt ngerjaiin soal konfigurasi....:)

Eligio M. Do Rego mengatakan...

@leonidas::

ini cuma sarana saja. bukan mengarahkan seseorang ke cisco. dan saya rasa tool ini memang berguna sekali untuk dipelajari gan.

dwi phazto mengatakan...

baru tahu saya haha

Posting Komentar

 
© Copyright 2007-2010. DOSCOM BLOG. All rights reserved | www.doscom.org is proudly powered by Blogger.com